Sabtu, 25 April 2009

Pencarianku Terus Berlanjut

Aku terus mencari
Sesuatu yang selama ini tidak pernah mendekat
Aku selalu tersenyum pada kehidupan
Tapi kadang senyumanku terasa pahit
Terutama bagi orang yang tidak mengerti siapa aku

Aku telah sampai pada impian terdekatku
Mimpi itu seperti jarum
Yang menusuk-nusuk sedemikian sakitnya
Hingga rasanya menjadi biasa
Dan tidak terasa sakit lagi

Mimpiku masih sekuat batu granit
Aku terus mencari mimpi terjauhku
Pada tempat-tempat yang mungkin dia sembunyi

Cinta menjadi sedemikian kuat
Sepekat hitamnya tinta china
Dan mampu menggerakkan jiwa
Ke tempat hayalan yang tertinggi

Cinta
Dimana engkau...?


By: K Ramdhan Abdillah

Optimisme Garis Penentu

Desah nafasku tidak menjelaskan apa-apa
Hanya kalut dan duka dalam
Aku berbisik menembus remang cahaya
Kudekap masa sepeninggal asa
Kusapa engkau dengan perlahan
Kutanya engkau tentang abdimu
Pada gema dengungan kalbumu

Aku membiarkanmu terus berjalan
Melewati pengukir segala tindakmu
Untuk memilih diantara dua jawaban
Kemarin aku menganggapmu seperti kunang-kunang
Dan hanya cahaya untuk mencari makan
Ternyata kau adalah bintang
Dengan cahaya yang menyampaikan pesan
Pesan peduli pada niatku

Walau hanya cahaya, tapi pasti kau akan datang
Dengan cinta terbungkus wujud
Menyampaikan isyarat hakikat kalbu
Memberi senyum tanda penderma
Desahku kedua adalah suka cita

By: K Ramdhan Abdillah

Jumat, 22 Agustus 2008

Aku Yang Butuh Cinta

Dalam menapaki sisi lain dalam hidup, aku melihat ada yang aneh yang setiap kali muncul saat malamku telah tiba. Aku merasa bahwa hidup yang hampa ini harus segera berakhir. Kadang aku sering berfikir dan bertanya.

Mungkinkah semua manusia mendapati hal yang sama seperti aku ?
Bahkan dokter yang dianggap seperti dewa itu tidak bisa menyembuhkan dirinya sendiri saat dia tahu penyakitnya seperti aku.
Sebuah planet terjauh dari bumi ini pasti akan terus bertanya untuk apa ia diciptakan. Dia hidup sendiri dalam kosong yang tiada batas. Pasti dia menagis memohon uluran tangan sang pencipta untuk sedikit memberi arti dalam ciptaanNya.

Matahari menangis, bumi menangis, semua bintang dan planet-planet menangis.
Oh tidak, mereka sebenarnya tidak menangis. Mereka tahu sang pencipta memberi cinta. Dengan segala kesempurnaanNya. Dia mendengar setiap arah dari pancaran diri pribadi si tercipta.

Aku terus bertanya tentang aku, tentang aku, tentang aku.

Aku pernah mendapati diriku tidak ada massanya. Aku ringan, bahkan sangat ringan, hingga jika anak yang baru lahir sekalipun nafasnya akan sanggup menghempaskanku ke ujung dunia.
Mungkin jika aku harus memohon kepada Tuhan, aku akan memohon agar aku diberi cinta, agar keberadaanku tidak melayang-layang tanpa massa.

Tapi tidak, Tuhan tidak mungkin menciptakanku tanpa memeberi cinta.
Aku ingin, jika planet adalah aku maka hanya butuh satu makhluqMu dengan cinta yang tulus dan tidak terpaksa.

Aku yang butuh cinta

By : K Ramdhan Abdillah

 

blogger templates